Aku Ingin

Oleh :
Sapardi Djoko Damono

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
dengan kata yang tak sempat diucapkan
kayu kepada api yang menjadikannya abu

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
dengan isyarat yang tak sempat disampaikan
awan kepada hujan yang menjadikannya tiada

Comments (1) »

Tahun Baru 2009

Tahun baru 2009 ini saia lewati sendirian aja di rumah. Hari Rabu tanggal 31 Desember saia masi masuk kerja karena ngga ngambil cuti, malahan pulang malem karena menyongsong proses EOY ( End Of Year) di kantor. Sebenarnya sii saia ngga bertugas buat stay sampe malem, tapi karena pengen tau aja kaya gimana sih situasi EOY itu, sekalian belajar n nemenin temen yang bertugas. Ngga ada sedikitpun rasa berat di hati. Lagian di rumah juga ngapain … kan saia lagi sendirian. Di kantor malah bisa ngobrol – ngobrol n sempet juga makan malem makanan yang disediakan kantor bareng teman – teman. Sorenya masi sempet terima video call dari anak-anak yang lagi di Surabaya. Sang kakak memamerkan topi taun baru yang dibikin sendiri di sekolah, dan cerita tentang terompetnya yang dirusakkan oleh dedeknya. Si dedek terlihat agak cuek karena lagi sibuk dengan hobby barunya maen bulu tangkis. Emang klo lagi seneng dengan sesuatu si dedek tekuun banget🙂 [bahasa Surabayanya : “nggethu”] . Hmmm baru 2 hari meninggalkan mereka udah terasa kangen ingin memeluk anak – anak saia yang lucu – lucu.

Akhirnya setelah diperkirakan tidak ada masalah pada proses EOY, sekitar kurang dari jam setengah sembilan malam, kami para cewe pun memutuskan untuk pulang karena khawatir jalan- jalan akan diblokir saat perayaan taon baru 2009. Malam itu situasi jalan Sudirman tidak terlalu rame, terlihat beberapa aparat kepolisian berjaket ijo ngejreng yang berjaga- jaga. Rombongan pejalan kaki nampaknya berjalan ke arah Thamrin, mungkin mereka menuju bundaran HI ato mungkin juga ke Monas dimana ada perayaan menyongsong taon baru. Kabarnya di Masjid BI juga diadakan dzikir bersama, mungkin juga ada yang menuju kesana. Sebagian orang tidak mau berpesta menyambut taon 2009 sebagai solidaritas atas serangan Israel pada Palestina. Semoga sodara- sodara kita di Palestina dilindungi dan diselamatkan oleh Allah.

Sesampai di rumah saia hanya menghabiskan waktu dengan menonton TV. Di luar sebenarnya ada banyak aktivitas menyongsong taon baru, bahkan ada panggung hiburan segala. Namun saia ngga merasa tertarik untuk bergabung dan ngga mau ambil resiko karena sedang sendirian aja. Lagipula badan ini masih terasa lelah sejak perjalanan dari Surabaya Selasa pagi kemaren dan langsung ngantor. Tidak terasa saia tertidur saat menonton TV, dan ketika terbangun mendapati suasana yang gegap gempita. Suara kembang api dan petasan saut menyaut tanda telah bergantinya taon 2008 dengan taon 2009. Saia melongok ke jendela dan terlihat langit Jakarta yang meriah dengan kembang api. Entah mengapa situasi ini membawa saia ke memori di pergantian taun 2006 ke taun 2007. Saat itu pun saia terbangun di tengah malam sendirian dan mendengar bunyi petasan dan kembang api yang bersautan, sebuah kesunyian di tengah keramaian dan gegap gempita.🙂

Semoga tahun ini saia menjadi lebih baik dari tahun – tahun sebelumnya, semoga segalanya jauh lebih baik. Saia berusaha membuat langkah – langkah baru untuk memperbaiki diri di tahun ini, semoga Allah memelihara dan menunjukkan jalan itu. Amieen …

** SELAMAT TAHUN BARU 1430 H (28 Desember 2008) **

Comments (2) »

Sepuluh Cara agar Hidup Bahagia

cat11/ Janganlah kuatir.
Kekuatiran adalah penyebab aktivitas dan pikiran kita tidak produktif …

2/ Janganlah membiarkan ketakutan – ketakutan tak beralasan menguasai hidupmu
Kebanyakan sesuatu yang kita takutkan tak pernah terjadi !!!

3/ Jangan menyimpan dendam
Hal inilah yang paling besar dan paling menyita energi seluruh hidup kita !!!…

4/ Selesaikan setiap masalah satu persatu.
Hanya inilah cara menangani setiap persoalan … satu demi satu..

5/ Semua masalah tak perlu dibawa tidur.
Hal tersebut buruk dan tidak sehat, biasakan tidur dengan nyaman…

6/ Jangan mencampuri masalah/ urusan orang lain
Mereka memiliki cara sendiri utnuk menangani setiap masalahnya ..

7/ Jangan hidup pada masa lalu.
Nikmatilah masa lalu sebagai kenangan.. namun jangan tergantung padanya. Konsentrasilah hidupmu pada kejadian saat ini.. dan anda akan bahagia sekarang.. bukan hanya pada masa lalu.

8/ Jadilah pendengar yang baik.
Hanya saat menjadi pendengar seseorang mendapatkan dan belajar ide-ide baru berbeda dari orang lain

9/ Jangan biarkan rasa frustasi merusak dan mengatur hidupmu
Kasihanilah dirimu lebihh dari segalanya.. aktiflah dengan kegiatan – kegiatan positif…

10/ Hitunglah rahmatmu
Jangan pernah melupakan rahmat yang kita terima sekecil apapun… Semakin banyak rahmat kecil yang kita kumpulkan akan semakin berarti bagi hidup kita

Leave a comment »

Cara Membebaskan Budak di Zaman Perbudakan telah Lenyap (Tadabbur QS. Al Balad, Bag.3)

Allah berfirman dalam Q.S. Al-Balad [90] ayat 13-17:
“Faqqu raqabah, aw ‘ith-‘aamun fii yaumin dzii masghabah, yatiiman dzaa maqrabah, aw miskiinan dzaa matrabah, tsumma kanna minalladziina aamanu watawashawbish shabri watawashaw bil marhamah …”
Membebaskan perbudakan, atau memberikan makan pada hari kelaparan, (atau kepada) anak yatim yang memiliki hubungan kekerabatan, atau orang-orang miskin yang sangat fakir. Dan dia termasuk orang-orang yang beriman dan saling berpesan untuk bersabar dan saling berpesan untuk berkasih sayang.

Ayat 13-17 menjelaskan 3 (tiga) perkara/perbuatan dan 5 (lima) sasaran yang dikategorikan sebagai perkara agung yang termasuk dalam karakteristik al-‘Aqabah, yakni:

1. Pembebasan perbudakan, tentu saja sasarannya adalah para budak
2. Memberikan makan, dengan sasaran:
– Orang-orang yang sedang mengalami kelaparan/bencana
– Anak-anak yatim yang memiliki hubungan kekerabatan
– Orang-orang miskin yang sangat fakir
3. Menasihati tentang kesabaran dan kasih-sayang, dengan sasaran saudara-saudara kaum Muslimin

Kali ini kita akan fokuskan dulu pada ayat ke-13.
Pembebasan budak adalah misi kemanusiaan, kemerdekaan dan perdamaian dalam Islam. Sebagaimana makna kata “Islam” yang sebahagiannya berarti “merdeka”, “selamat”, dan “damai”, maka pembebasan budak merupakan bagian dari upaya mewujudkan tujuan agama ini. Ia merupakan bagian dari keadilan sosial yang ditegakkan dalam Islam, di mana setiap manusia memiliki persamaan derajat dan martabat antara satu dengan yang lainnya. Perbedaan di antara setiap manusia di mata Allah adalah kemuliaannya yang diukur dari indikator ketaqwaan.

“Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi Maha Mengenal.” (QS. Al-Hujuraat [49]:13)

Di dalam konteks kehidupan bermasyarakat kita sehari-hari saat ini agak sukar rasanya untuk mengamalkan poin pertama dari perjalanan mendaki al-‘aqabah dengan cara membebaskan budak-budak karena akan kesulitan menemukannya, walaupun boleh jadi wujud perbudakan itu kini sulit teridentifikasi karena bentuknya telah berubah meskipun hakikatnya masih sama.

Apakah kita masih bisa mengamalkan ayat ini? Tentu saja! Kita masih bisa mengamalkan pembebasan budak dengan cara yang sangat mudah, yakni dengan membaca dzikir: “Laa ilaaha illaallaah wahdahuula syariikalah, lahul mulku walahul hamdu wahuwa ‘ala kulli sya’in qadiir …”

Bagaimana bisa membebaskan budak digantikan dengan amal dzikir? Tentu saja ada dalil yang mensyari’atkannya, yakni hadits shahih yang diriwayatkan Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah r.a. dalam kitab Riyadhush Shaalihiin, disebutkan bahwa Rasulullah pernah bersabda:
“Barangsiapa yang pada pagi hari membaca kalimat ‘Laa ilaaha illaallaah wahdahuula syariikalah, lahul mulku walahul hamdu wahuwa ‘ala kulli sya’in qadiir’ sebanyak seratus kali (100 X) dengan penuh keyakinan, maka dia akan mendapatkan pahala seperti membebaskan sepuluh orang budak, Allah akan mencatatkan sepuluh kebajikan, menghapuskan dari dirinya sepuluh keburukan, dan dilindungi dari gangguan syaithan hingga sore harinya, dan tidak ada seorangpun membawa amalan yang lebih utama daripadanya, kecuali orang yang membacanya lebih banyak lagi.”

Demikian pula dalam hadits yang lain yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim dari Abu Ayyub al-Anshari r.a. disebutkan:
“Apabila membacanya sepuluh kali (10 X), maka seolah dia membebaskan empat orang budak dari keturunan Isma’il.” Dalam hal perbudakan itu masih ada, maka kewajiban Muslim untuk melakukan pembebasan budak harus dilakukan sebagai amalan yang utama dan prioritas.

Inilah keadilan Allah untuk kita yang patut untuk disyukuri, di mana pada saat perbudakan itu sudah lenyap dimuka bumi, Dia masih memberikan kesempatan kepada kita untuk mengamalkan perintah membebaskan budak dalam bentuk dan cara yang lain. Mudah-mudahan kita diberikan keistiqomahan untuk menjalankan amalan sederhana ini. Aamiin … Wallaahu a’lam bish shawwab …

Sumber : tulisan via emaill dari kang Isa Syahroni

Leave a comment »

Al-‘Aqabah, Jalan Sukar dan Mendaki (Tadabbur QS. Al Balad, Bag.2)

Allah berfirman dlm Q.S. Al-Balad [90] ayat 12 :
“Wamaa adraaka mal aqabah …” Tahukah kamu jalan yang sukar dan mendaki itu? Yakni, jalan yang arahnya akan mengantarkan manusia menuju surga.

Di dalam al-Qur’an hanya terdapat tiga belas kalimat saja yang terulang dengan menggunakan redaksi “maa adraaka”. Pemakaian redaksi kalimat “maa adraaka” di dalam al-Qur’an berkaitan dengan pertanyaan yang menunjukkan hal-hal yang sangat istimewa, hebat, mulia, agung, dan sulit dijangkau secara sempurna oleh akal manusia.

Sepuluh dari tiga belas ayat yang menggunakan redaksi “maa adraaka” tersebut berbicara mengenai kehebatan Hari Kemudian/Akhirat, seperti “wamaa adraaka mal qaari’ah”, “wamaa adraaka maa yaumul fashl”, “wamaa adraaka maa sijjiin”, “wamaa adraaka ‘illiyyuun”, dll. Kesemuanya merupakan peristiwa luar biasa, istimewa, dan tidak mudah dijangkau oleh nalar.

Tiga ayat lainnya berbicara mengenai kedahsyatan fenomena alam bintang thaariq, keagungan dan kemuliaan malam laylatul qadr di bulan Ramadhan, dan keistimewaan jalan aqabah yang ditempuh golongan ahli syurga (ashaabul yamiin).

Wamaa adraakamath Thaariq … Tahukah kamu apakah bintang thariq itu? (QS Al-Thariq [86]: 2) Wamaa adraaka maa laylatul qadr … Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? (QS Al-Qadr [97]: 2) dan Wamaa adraaka maal ‘aqabah …

Tahukah kamu apakah jalan yang mendaki lagi sukar itu? (QS Al-Balad [90]: 12)
Allah menggunakan redaksi “maa adraaka” ketika menanyakan jalan yang sukar itu (al-‘Aqabah), menunjukkan bahwa jalan ini merupakan suatu jalan yang penuh dengan kemuliaan, keistimewaan, dan keagungan … dan bisa saja memungkinkan nilai dan derajatnya keistimewaannya setara dengan peristiwa-peristiwa dahsyat pada ayat-ayat lain yang menggunakan redaksi yang serupa. Wallaahu a’laam

Allah kemudian menjelaskan 3 (tiga) perkara/perbuatan dan 5 (lima) sasaran yang dikategorikan sebagai perkara berbobot yang termasuk jalan sukar dan mendaki al-‘Aqabah di dalam ayat 13 – 17 pada surah ini.

Sumber : tulisan via email Kang Isa Syahroni

Leave a comment »

Surga dan Neraka serta Apa yang Mengelilinginya (Tadabbur QS. Al Balad, Bag.1)

Allah berfirman dalam Q.S. Al-Balad [90] :

Q.S. Al-Balad [90] ayat 10
“Wahadaynaahun najdayn …” Dan Kami tunjukkan kepadanya dua jalan. Yakni, (1) jalan kebaikan, yang arahnya mengantarkan menuju menuju syurga; dan (2) jalan keburukan, yang arahnya mengantarkan manusia menuju neraka.

Q.S. Al-Balad [90] ayat 11
“Falaq tahamal aqabah …” Akan tetapi manusia enggan memilih jalan yang sukar dan mendaki itu. Inilah jalan yang kebaikan yang ditunjukkan oleh-Nya …

Seperti apakah perbedaan kedua jalan yang digambarkan dalam ayat 10??

H.R. Muslim, Tirmidzi, Abu Dawud, Nasa’i, Ahmad dan Hakim dengan sanad yang Shahih :
Dari Abu Hurairah berkata: Rasulullah Shalallahu `Alayhi Wasallam bersabda:
”Ketika Allah menciptakan surga dan neraka, diutuslah Jibril kepada surga, maka Allah berfirman:`Pergilah! Lihatlah kepada surga itu dan kepada apa yang telah aku sediakan untuk mereka yang ingin menuju surga itu.’
Maka Jibril pun pergi dan melihat kepada surga itu dan kepada apa yang telah Allah sedikan bagi calon penghuninya. Maka Jibril pun kembali dan berkata: `Demi kemulyaan-Mu, ya Allah! Tidak akan ada seorangpun yang mendengar tentang surga itu, kecuali pasti ingin memasukinya.’
Maka Allah memerintahkan surga dan memenuhi jalan-jalan menuju surga itu dengan Al Makarih (berbagai kesukaran). Maka Allah memerintahkan Jibril: `Kembalilah, dan lihat kepada surga itu dan kepada apa yang telah aku sediakan untuk calon penghuninya!” Maka Jibril pun melihat kembali kepada surga itu, kemudian kembali, maka Jibril berkata `Demi kemulyaan-Mu, ya Allah! Sungguh aku khawatir bahwa tidak akan ada seorangpun yang bisa memasuki surga.’.

Kemudian diutuslah Jibril ke neraka, Allah berfirman: `Pergilah, lihatlah kepada neraka itu dan kepada apa yang telah aku persiapkan bagi calon penghuninya.’ Maka Jibril pun melihat kepada neraka itu, maka tiba-tiba ia melihat api neraka itu saling bertumpuk-tumpuk, kemudian ia kembali dan berkata: `Demi kemulyaan-Mu ya Allah! Tidak akan ada seorangpun yang ingin masuk neraka kalau dia mendengar tentang siksa neraka’, lalu Allah memerintahkan neraka, lalu dipenuhilah jalan menuju neraka itu dengan asy Syahawaat (kesenangan), lalu Allah berfirman: `Pergilah dan lihatlah kepada neraka itu’, maka Jibrilpun pergi melihat kemudian kembali dan berkata: `Demi kemulyaan-Mu, ya Allah! Aku kawatir tidak ada seorangpun yang selamat dari neraka, kecuali pasti akan memasukinya’.”

Sumber : tulisan via email dari Kang Isa Syahroni

Leave a comment »

Sop Ikan Batam

Nikmatnya Sop Ikan Batam

Kuahnya bening dengan rasa ‘sedap’ alami ikan yang sederhana (tidak banyak rasa bumbu) sehingga memang ditonjolkan sekali rasa ikannya.

Rasa dominan asin membuat tidak eneg dan terasa lebih sempurna bila disantap dengan menambahkan bahan pelengkap berupa irisan cabe rawit dan kecap asin. Namun bagi yang gemar rasa manis mungkin merasa kurang terbiasa dan ingin menambahkan kecap manis saat menyantapnya. Itu tergantung selera masing – masing, yang jelas kalau sudah mencobanya pasti ketagihan😀

Daging ikan dalam sop begitu putih, gurih, dan lembut. Sama sekali tidak terasa amis dan tidak a lot. Wowwww paduan yang cepat membuat air liur menetes😛

Pertama Berkenalan Langsung Jatuh Cinta

sop ikan batamSop yang satu ini adalah salah satu menu favorit saia.  Saia pertama kali mencicipi masakan sop ikan khas Batam di food court Mall Taman Anggrek di “Sop Ikan Batam” benar – benar pengalaman kuliner tak terlupakan hahaha. Kemudian ketika jalan – jalan tidak sengaja menemukan “Sop Ikan Batam” yang ternyata juga ada di food court Plaza Semanggi maka tanpa ragu saia langsung memesannya😀.

Saia menduga – duga seperti ada rasa ikan teri dalam kuahnya, dan entah bumbu apa lagi yang dipadukan didalamnya. Karena penasaran kemudian saia googling resep Sop Ikan Batam, dan akhirnya ketemulah dengan resep Sup Ikan Batam ala Mommy Dian ini ^_^.
Ternyata benar … kuahnya ditambahkan ikan teri !!!!! :O ^_^

Thanks Mommy Dian atas sharing resep nya😉

Sup Ikan Batam ala Mommy Dian

Bahan :
• 350 gram ikan kakap (termasuk tulang)
• 500 ml air
• 1 ikat sayur asin, ambil batangnya saja, potong 3 cm
• 4 buah tomat hijau kecil

Bumbu :
• 3 siung Bawang putih
• 3 buah kemiri
• 1 sdm Ebi
• 1 sdm teri medan
• Goreng semua dan haluskan
• 4 sdt kecap ikan
• 1 sdt gula pasir
• Garam, lada

Pelengkap :
• cabe rawit iris + kecap asin

Cara membuat :
1. Didihkan air, masukkan bumbu halus
2. Masukkan ikan. Tambahkan kecap ikan dan gula pasir, garam, serta lada
3. Masak hingga ikan matang dan kuah jernih. Sesaat sebelum diangkat, masukkan tomat dan batang sayur asin.
4. Hidangkan dengan pelengkap.

TIPS :
Untuk membuat kaldu ikan yang enak, pilih ikan kakap yang segar serta masukkan beserta tulangnya. Lebih baik kalau bisa mendapat kepala ikan, rasa kaldu akan lebih enak.

sumber:
http://yardianresep.blogspot.com/2007/05/sup-ikan-batam-ala-mommy-dian.html

Membuat Kuah Sop Ikan Bening dan Harum

Untuk membuat kuah yang bening dan harum, hal – hal yang perlu diperhatikan adalah :
• Kaldu dibuat dari bahan ikan yang masih segar dan dagingnya masih kenyal tidak lembek, bisa juga dari kepala tengiri, tulang/ kulit ikan, atau kulit udang yang masih segar.
• Memasukkan bahan – bahan ikan setelah air mendidih agar kaldu tidak berbau amis.
• Masak dengan api kecil agar kaldu tetap jernih, rebus hingga kurang lebih air rebusan tinggal ½ nya kemudian disaring
• Memasak ikan tidak perlu terlalu lama karena ikan cepat matang

Leave a comment »