Tahun Baru 2009

Tahun baru 2009 ini saia lewati sendirian aja di rumah. Hari Rabu tanggal 31 Desember saia masi masuk kerja karena ngga ngambil cuti, malahan pulang malem karena menyongsong proses EOY ( End Of Year) di kantor. Sebenarnya sii saia ngga bertugas buat stay sampe malem, tapi karena pengen tau aja kaya gimana sih situasi EOY itu, sekalian belajar n nemenin temen yang bertugas. Ngga ada sedikitpun rasa berat di hati. Lagian di rumah juga ngapain … kan saia lagi sendirian. Di kantor malah bisa ngobrol – ngobrol n sempet juga makan malem makanan yang disediakan kantor bareng teman – teman. Sorenya masi sempet terima video call dari anak-anak yang lagi di Surabaya. Sang kakak memamerkan topi taun baru yang dibikin sendiri di sekolah, dan cerita tentang terompetnya yang dirusakkan oleh dedeknya. Si dedek terlihat agak cuek karena lagi sibuk dengan hobby barunya maen bulu tangkis. Emang klo lagi seneng dengan sesuatu si dedek tekuun banget๐Ÿ™‚ [bahasa Surabayanya : “nggethu”] . Hmmm baru 2 hari meninggalkan mereka udah terasa kangen ingin memeluk anak – anak saia yang lucu – lucu.

Akhirnya setelah diperkirakan tidak ada masalah pada proses EOY, sekitar kurang dari jam setengah sembilan malam, kami para cewe pun memutuskan untuk pulang karena khawatir jalan- jalan akan diblokir saat perayaan taon baru 2009. Malam itu situasi jalan Sudirman tidak terlalu rame, terlihat beberapa aparat kepolisian berjaket ijo ngejreng yang berjaga- jaga. Rombongan pejalan kaki nampaknya berjalan ke arah Thamrin, mungkin mereka menuju bundaran HI ato mungkin juga ke Monas dimana ada perayaan menyongsong taon baru. Kabarnya di Masjid BI juga diadakan dzikir bersama, mungkin juga ada yang menuju kesana. Sebagian orang tidak mau berpesta menyambut taon 2009 sebagai solidaritas atas serangan Israel pada Palestina. Semoga sodara- sodara kita di Palestina dilindungi dan diselamatkan oleh Allah.

Sesampai di rumah saia hanya menghabiskan waktu dengan menonton TV. Di luar sebenarnya ada banyak aktivitas menyongsong taon baru, bahkan ada panggung hiburan segala. Namun saia ngga merasa tertarik untuk bergabung dan ngga mau ambil resiko karena sedang sendirian aja. Lagipula badan ini masih terasa lelah sejak perjalanan dari Surabaya Selasa pagi kemaren dan langsung ngantor. Tidak terasa saia tertidur saat menonton TV, dan ketika terbangun mendapati suasana yang gegap gempita. Suara kembang api dan petasan saut menyaut tanda telah bergantinya taon 2008 dengan taon 2009. Saia melongok ke jendela dan terlihat langit Jakarta yang meriah dengan kembang api. Entah mengapa situasi ini membawa saia ke memori di pergantian taun 2006 ke taun 2007. Saat itu pun saia terbangun di tengah malam sendirian dan mendengar bunyi petasan dan kembang api yang bersautan, sebuah kesunyian di tengah keramaian dan gegap gempita.๐Ÿ™‚

Semoga tahun ini saia menjadi lebih baik dari tahun – tahun sebelumnya, semoga segalanya jauh lebih baik. Saia berusaha membuat langkah – langkah baru untuk memperbaiki diri di tahun ini, semoga Allah memelihara dan menunjukkan jalan itu. Amieen …

** SELAMAT TAHUN BARU 1430 H (28 Desember 2008) **

2 Tanggapan so far »

  1. 1

    dewi said,

    slamat taun baru mba..๐Ÿ˜€. Liburan gk jalan2 to mba?

  2. 2

    arifel said,

    jalan – jalannya belanja aja niee nunggu pas ngga ujan, selebihnya yah browsing – browsing ..๐Ÿ˜›


Comment RSS · TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: